HomeBeritaKOPJA GANTI Akan Salurkan KUR dan Bangun Fasilitas Dukung GEMAJIPI

KOPJA GANTI Akan Salurkan KUR dan Bangun Fasilitas Dukung GEMAJIPI

share

Sumbawa Besar, InfoPublik – Gerakan Masyarakat Agribisnis – Jagung Integrasi Sapi (GEMAJIPI) yang menjadi program andalan Pemkab Sumbawa dalam mewujudkan target 1 juta ton jagung yang terintegrasi dengan pengembangan peternakan Sapi memperoleh dukungan dari lembaga permodalan nasional.

KOPJA GANTI sebagai lembaga ekonomi yang modern dengan memanfaatkan perangkat digital siap menndukung suksesnya program GEMAJIPI di Kabupaten Sumbawa.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani Indonesia (KOPJA GANTI) Dadang Mishal Yofthie saat melakukan audiensi dengan Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril,  belum lama ini di Bupati Sumbawa.

Sementara ini, Ketua KOPJA GANTI NTB, Nurul Hayat Latif kepada Media Center  di Dinas Pertanian Sumbawa, Kamis (1/2) kemarin, menyatakan, visi besar koperasi ini mensejahterahkan petani nelayan. Dengan kepengurusan yang terstruktur dari pusat sampai ke daerah di bawah binaan langsung Presiden Jokowi.

Sebagai katalisator dan fasilitator untuk KUR di Sumbawa, bermitra dengan beberapa lembaga perbankan umum dalam memfasilitasi penyaluran KUR ke petani dan nelayan.

“Karena KOPJA GANTI ini untuk NTB baru ada di Lunyuk, maka fokus kita sekarang baru sebatas petani di Lunyuk. Nantinya akan dibentuk kepengurusan KOPJA GANTI di seluruh kecamatan di Sumbawa,” terangnya.

KOPJA GANTI pertama di NTB yang berdiri di Kecamatan Lunyuk bakal mengguyur pinjaman Kredit Uaha Rakyat (KUR) ke petani dan nelayan, serta membangun sejumlah fasilitas pengembangan jagung di Lunyuk, seperti silo, gudang  hingga driyer atau pengeringan.  Sebagai usaha investasi yang juga bisa dimanfaatkan oleh petani.

Nurul menambahkan bahwa pada tahun 2018 ini, KOPJA GANTI mendapatkan alokasi suntikan dana sebesar Rp1,6 triliun dari pemerintah pusat untuk fasilitasi penyaluran pinjaman KUR ke petani nelayan di Sumbawa,serta membangun beberapa fasilitas pengembangan jagung di wilayah tersebut.

“Petani dan nelayan harus bisa mengakses KUR dengan cepat dan tanpa berbelit belit. Nantinya, KOPJA GANTI sebagai penjamin. Dengan dana tersebut, pihaknya juga akan membangun infrastruktur pengembangan jagung,” papar Nurul

“Sekarang ini, petani jagung menajadi korban. Saat panen tidak punya driyer untk pengeringan. Makanya kita dirikan dryer, silo dan gudang untuk membantu sekaligus daya tawar petani. Fasilitas tersebut nantinya kita sewakan ke petani. Kita juga akan beli jagung petani, makanya kedepan kita juga akan bangun pelabuhan atau dermaga yang mempermudah pendistrubusian hasil jagung petani,” jelas Nurul.

Bahkan pada 19 Januari lalu, telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang, silo dan driyer jagung KOPJA GANTI di Lunyuk oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Kepala Dinas Peternakan Sumbawa dan Sekretaris Dinas Pertanian.

“Jadi kita serius membangun fasilitas ini. Dana itu bukan kami hamburkan. Tetapi akan kembalikan lagi. Pinjaman KUR dikembalikan petani, dan pembangunan fasilitas sebagai investasi usaha KOPJA GANTI yang akan menjadi aset kami para petani,”ulasnya.

Selaras dengan Ketua KOPJA GANTI NTB, Sekretaris Dinas Pertanian Sumbawa Ir. Abdul Murad M.M, mendukung penuh program KOPJA GANTI, sebagai mitra pemerintah. Terutama dalam membantu pembiayaan usaha petani jagung.

Murad mengatakan bahwa petani tentu saja sangat diuntungkan dalam pemenuhan kredit dan penggunaan fsilitas yang akan dibangun. Apalagi pola penyaluran kredit KOPJA GANTI sama dengan penyaluran KUR oleh Perbankan.

“Meski sementara ini fokusnya masih petani di Lunyuk, karena potensi pengembangan jagung di Lunyuk cukup besar didukung oleh ketersediaan sarana yang ada,”jelasnya.

Terkait pengembangan jagung ini, melalui program pemerintah, pihaknya akan menggenjot produktufitas jagung di Lunyuk maupun wilayah potensial jagung lainnya. Dengan memberikan benih jagung berkualitas untuk meningkatkan indeksnya dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun.

“Apalagi animo masyarakat terhadap benih berkualitas ini sangat tinggi. Sebab akan memacu produktifitas yang outputnya pada peningkatan ekonomi petani” tutur Murad