HomeBeritaDisperta Sumbawa Segera Salurkan Bantuan Bibit Jagung dan Pupuk

Disperta Sumbawa Segera Salurkan Bantuan Bibit Jagung dan Pupuk

share

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dalam meningkatkan produksi jagung untuk Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa melakukan pengedropan tahap akhir benih jagung kepada kelompok tani yang sudah mengajukan permintaan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Tarunawan SP SSos kepada Gaung NTB, Senin (4/12) diruang kerjanya menyampaikan bahwa Desember ini merupakan tahap ke empat dalam merealisasikan bantuan benih jagung. Bahkan pemberian bantuan bibit jagung ini bersama dengan pupuk. “Setiap hektar mendapatkan 100 kilogram perhektar untuk bantuan pupuknya, untuk bibitnya setiap hektar mendapatkan bantuan 15 kg,” terang Tarunawan.
Selain itu, Tarunawan mengharapkan agar para petani jagung yang sudah menerima bantuan tersebut agar bersunguh-sungguh dan semakin bersemangat dalam menjalankan rutinitasnya sebagai petani. Begitu pula sebaliknya Kadis Pertanian Kabupaten Sumbawa menghimbau kepada kelompok tani, agar jangan sampai tidak melakukan penanaman, terlebih menjual benih bantuan tersebut. “Jika hal tersebut terjadi, maka akan ada konsekuensi hukum yang harus diterima oleh kelompok tani,” tegas Tarunawan yang akrab dengan awak media ini.
Tarunawan menghimbau kepada ketua kelompok agar benar-benar mengkoordinir dan memberikan pemahaman kepada anggota kelompoknya. Jangan hanya sebatas menerima bantauan, tetapi kewajiban untuk melakukan penanaman tidak dilaksanakan. “Kalau kewajiban tidak dilaksanakan, maka kelompok tani tersebut akan di blacklist dari daftar penerima bantuan apapun dari pemerintah,” jelasnya.
Menanggapi tentang keluhan para petani jagung yang kecewa dengan jeleknya bibit bantuan tersebut, Tarunawan mengakui, ada bibit bantuan yang kualitasnya tidak bagus. “Ada satu jenis bibit komposit yang memang cepat rusak,” katanya.
Tarunawan mengatakan, kelompok tani agar dapat memotret bibit bantuan yang rusak. Selanjutnya, para petani segera melapor ke PPL masing-masing untuk dikoordinasi dengan Dinas Pertanian. “Jika sudah ada bibit yang rusak, pihaknya langsung menghubungi Provinsi agar segera mengganti bibit yang rusak. Nanti para petani kembali mendapat bibit yang lebih baik,” tutup Tarunawan.(Gas)